Andai aku menjadi “nazaruddin”

15 Jul 2011

Lega akhirnya sudah keluar dari Indonesia, tanah air beta yang memperkaya ku, selamat tinggal. Aku tidak ingin membakar teman satu partai ku, bang Anas, bang Andi, dan sipoltak maafkan aku kawan. Ini semua demi kebaikan, kita telah banyak menghabiskan waktu susah dan senang bersama, cuma bedanya aku bendahara saja, lebih basah dari kawan-kawan.

Dulu kalian memuja ku, sekarang aku dikejar, tenang kawan jangan bawa aku pulang, karena takut terbongkar semuanya. Ketua dewan kita pun tak mungkin membuat tim untuk merayu ku pulang. Aku aman disini, bisa email, facebook, twitteran atau sambil nulis blog, yang kata Bang Tifatul harus dikontrol ya?

Walau aku tahu dinegara kita banyak sekali teman yang bisa membantu, ketua KPK sekarang juga kenal denganku, tapi aku malas membeli ruang penjara hanya untuk karoeke, disana tak nyaman, sipir-sipirnya pada mata duitan. Walau aku bisa jalan-jalan ke Bali atau luar negeri dari jeruji. Tapi aku tak mau seperti teman letingan kita Susno dan Antasari, mereka di tahan lajunya oleh para elit politik.

Usahaku di riau sudah ditinggalkan kepada saudara ku, jadi aman uang akan mengalir terus, sisa uang wisma Atlet juga masih banyak. Dengar-dengar sekarang siapa yang bisa menemukan aku dibayar 100 juta ya?, bukankah itu sangat kecil sekali???. Tidak sebanding dengan harta dan uang yang aku telep. Hmm sudah patut memang keluar dari Indonesia, politik begitu panas, partai sudah memusuhi aku.

Pak presiden sekaligus ketua dewan pembina, aku mohon maaf pak ketahuan juga. Padahal saya sudah hati-hati lho, kemaren broadcast sms itu hanya iseng saja. Mungkin bukan salah media pak, saya yang suka membisikkan sesuatu sama pengacara saya. Dia yang tahu saya tidur nyenyak disini. Kata Ibas, saya harus jadi politikus yang gentleman. Hadapi proses hukum yang ada di Indonesia “gak boleh nyanyi-nyanyi”. Padahal saya tidak suka nyanyi hehe, sekarang tidak apa-apa saya sendiri saja yang menjadi buron.

Sudah pada ketar-ketir ya?? hehe. Maklum sekarang semua rakyat merasa aku sendiri biang keladinya. Padahal itu kami lakukan bersama kawan-kawan. Kalian juga pasti senangkan aku tidak di Indonesia, agar kita semua aman? hehe… Itukan hanya skenario saja biar aku bisa ke singapura berobat, terus lanjut lagi ke negara **eits gak boleh tau.

Eeh btw sekarang aku sudah mengganti nama menjadi kaburuddin lho.

Masih bingung? tanyasaja


TAGS Politik korupsi nazaruddin presiden sby kpk penjara buronan


-

Author

Follow Me