• 28

    Apr

    Cahaya Hati

    Gelegar caci maki merasuki langkah saat dia meninggalkan ruangan sidang. Kamu selingkuh, siapa yang lebih fatal dalam hubungan ini, nikmatilah hidupmu, gema sahutan suara-suara tak pernah berhenti bertaluh ditelinga rasuki jiwa sepi. Cahaya hati berkomat kamit Allah rahman, Allah rahim, ketabahan menampik apa yang terbisik dalam ruanghati. Allahu yah qofar yah nurul qolbi. Pacaran panas terik matahari tak lagi terasa, panasnya melambaikan senja teduh menanti rahmatMU ya Allah. Tercampak terpisah dalam rindu akan larut dalam gelap malam. Aku tidak lagi bersamanya, aku pergi hanya sejenak, hanya sedikit waktu, karena didalam nadi nafasmu ada darahku. Abaikanlah jiwa kangen sampai mati tertunduk lesu tak lagi tersesat tersesali. Pekik sorak sorai kemurkaan, ketakutan, keresahan hanyanya ting
  • 11

    Feb

    Kisruh Hidup Sandiwara Dunia?

    Lambaian tangan meninggalkan jejak duka…. Tersentuh, terlihat jarak dalam bayang hati tak terungkap… Meninggalkan sosok tak berdosa…. Hidup yang kian terik menyinari pagi ini….. Gemulai ooh bagai ombak yang berdesir kadang kencang membumbung tinggi…. Tak mematahkan karang dalam bertahan. Senja itu kian menanti gemilang…. Dalam hati tak bertanda keraguan… Misteri cinta tak ternilai dan tak pernah terencana… Sore itu disimpang dunia melihat bintang planet bertaburan…. OOOOO ~~~ semua manusia hanya terlihat bersandiwara, berperan masing-masing dalam imajinasinya… Nasib, takdir, jodoh, rejeki dalam panutanNYA…. hahaha… sorak -sorai bahagia, hmmm diam dalam kebingungan, menangis dalam duka, kadang bahagia. Bukankah itu sa
  • 7

    Jan

    Dimana sembunyi?

    Waaaaah ternyata tak sadar sudah lama tidak update blog neh, seperti merasakan rindu getir rasa kian pekat menyelimuti, aku harus kembali membentuk kata cinta dan rasa dalam setiap ketikan basa basi. Telah ku rasakan sandaran senja, cukup sudah sekian hari aku bersandar dan menghasilkan sesuatu, beban yang ku pikul akan kembali ku nikmati dalam setiap langkah dan hari ini, yang selalu menemani ruanghati bersama kabut menguntai di jendela langit. Getir pahit tak dapat menimbulkan perih, pesona malam selalu menyelimuti melemparkan senja ke dalam hati, genggam kian erat saat bisikan lembut di telinga ini “betapa aku mencintaimu”……… indah teruntai dalam pelukan hangat menatap ombak dipinggiran pantai. Tersapu berirama kala teriakan para pedagang asongan menyadark
  • 10

    Oct

    Kemana kuharus kembali sementara?

    Meratapi puing-puing yang masih tertinggal… kokoh tetapi rapuh di saat terguncang, senja berlalu sepi alam tak mungkin bersahabat lagi, merenung sisa hari, melambai tak ingin melepaskan jiwa. Terbelenggu dalam janji-janji tak punya tautan. Berputar haluan terbilang menyapa gelap, mendung tak akan teratapi kembali, kesucian kekal hanyalah milik sang penguasa, lalai dalam canda dan kemewahan duniawi tak terbatas jauhnya. Lolong teriakan badai bisa meniup bagai mala petaka, rindu pujangga bagai sungai kering merindu hujan, ingin ku kembali dalam keadaan bersih tanpa noda. Sejenak ku bersandar pada senja, bila malam akan menjadi satu bintang yang selalu bersinar terang walau kadang tertutup awan dan gelap ditelan kabut tetapi sesungguhnya dia selalu ada dibalik tirai malam…. Kini
  • 16

    Sep

    Apa hari ini aku berulang tahun?

    Ribuan tapak telah berlalu menandakan bekas-bekas jalan yang tak lurus, mengapai impian ketenangan jiwa memupuk asa membatasi waktu yang tak bisa berhenti, jurang seberang mendamparkan sosok yang penuh misteri.Tak banyak yang di capai, tetapi berdiri di balik layar sambil mengerti tentang sebuah hidup dan jati diri sendiri, tanpa rangkulan dan perhatian oleh mereka. Lepas tengah malam dengan lampu minyak tanah yang muram, di desa sunyi sekali hanya ada desahan mengerang kesakitan, masuk seekor kekelawar melewati celah rumah membuat suasana sedikit terganggu, seorang nenek kokoh masih terus berusaha mengeluarkan cabang bayi, di atas tikar pandan dan hanya bersandar bantal kapuk yang sudah tipis. 26 Tahun lalu Ibu melahirkanku, tak ada kalender nasional kala itu, hanya nenek ku yang tahu ta
- Next

Author

Follow Me