• 1

    Aug

    Pertama kali puasa

    Ini adalah tahun ke delapan aku menjalankan ibadah puasa. Tak ada yang berubah sejauh ini, tetap saja sahur sendirian. Menjalankan ibadah puasa adalah anugrah terindah yang bisa aku rasakan. Ketenangan dalam menahan hawa nafsu adalah tantangan tersendiri. Maklum aku hidup sendirian dari umur 16 tahun dijakarta dan keluargaku semuanya non muslim. Hari pertama kali puasa, karena tuntutan kerja membuat aku harus tidur larut malam dan kemudian bangun lagi untuk sahur. Tidak ada masakan, tidak ada apa-apa, hanya dengan segelas nutrisi saja. Ibadah puasa ini tidak akan merubah apa-apa dalam menjalankan aktifitas kantor, hanya menambahkan jam ibadah saja. Naaah hari ini ada hal yang membuat aku jengkel. Ada urusan yang harus membuat aku meeting di Central Park siang tadi. Sebenarnya janji hari s
  • 1

    Aug

    Sindikat pengemis menjelang ramadhan

    Bagi seluruh umat muslim dan muslimah berlomba-lomba mencari amal ibadah di bulan suci ramadhan. Sehingga orang tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk amal, sedekah, dan memberikan sedikit sumbangan. Memang dalam berbagi dan menolong sesama sangat dianjurkan oleh agama, tetapi justru peluang itu diambil oleh para sindikat pengemis dikota-kota besar terutama dijakarta. Tidak heran lagi melihat orang lumpuh, luka parah, korengan, bahkan buta digotong oleh orang yang sehat bugar wal afiat. Coba berpikirlah sejenak, seharusnya orang yang sehat dan bugar tersebutlah yang memberikan makan buat orang yang dibawanya itu. Secara logika adalah bila itu adalah keluarganya, apakah mereka tidak kasihan?, dibawa jalan jauh, didorong ditengah debu polusi yang panas. Menjelang ramadhan ini sudah dipas
  • 19

    Sep

    Bagaimana dengan IdulFitri ku?

    Pusaran langkah telah melewati bulan suci penuh ampunan, dentuman kumandang takbir bergema, menghiasi dan megisi setiap sudut-sudut ruanghati penuh gemilang cahaya rindu nan menumpuk, kobaran setiap rasa tertahan dalam tampungan nafsu, amarah, benci, maupun fitnah akan berlalu bersama semilir angin kemenangan. Sujud malam bentangan sajadah ingin menjadi gumpalan setetes pahala, mengharumkan semerbak dalam doa asmaMU, melingkari jalan kelurus ketentuan kitab suciMU, tumpuan mengarungi bulan lainnya menuju fitrah sesungguhnya. MINAL AIDIN WAL FA IDZIN - MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
  • 7

    Sep

    Inikah cobaan?

    Bulan merah merona menantang, mengejek setiap jengkal mata menatapnya, tatapan kosong melambungkan bait-bait doa terlantun dari sudut mesjid yang masih tersisa, sudah hampir sepekan merenung di tenda-tenda pengungsian, tak terasa haus dahaga, lapar membara, hanya ada tangis pilu dari dalam sanubari raga. Gubuk tempat kami bernaung telah rata bersama tanah, beliau yang memberikan nafkah kepada kami belum juga ditemukan jejaknya, apalagi yang kami punya ya Robb? Guncangan bumiMU telah memporak-porandakan desa kami, kekuatan iman ini setipis kapas, semakin halus di telan kabut, meronta berdoa padaMU, apa salah kami? Aku tak punya bekal apa-apa, raga ini memang milikMU, sentuhan jiwa kadang kosong tak tebentuk pola, melayang di atas awan kadang turun, kadang pula menghilang, keangkuhan mengh
  • 1

    Sep

    Masih korupsi dibulan Puasa?

    Dingin embun pagi sudah tidak terasa, cahaya mentari sudah kokoh menyingsing, Pak David kesiangan bangun setelah tidur kembali sehabis sahur, padahal dia baru saja beberapa hari di terima kerja di gudang plastik di Tanjung Priuk. Motor yang baru beberapa bulan di kreditnya melaju kencang dari Ciganjur, sesampai di Jatinegara Pak David ragu-ragu masuk jalur busway padahal jalur itu sering sekali dibuka dan diperbolehkan masuk oleh kendaraan bermotor agar tidak terjadi kemacetan pada saat pagi hari. Sesampai di ujung jalan lampu merah, seorang polisi sudah menghadangnya dengan tangan terbuka takut pak David kabur, dengan marahnya polisi tadi mengetok batok motor pak David setelah berhasil membuatnya terhenti dan mematikan mesin serta mengambil kuncinya, pak David disuruh mendorong motornya
- Next

Author

Follow Me