• 1

    Aug

    Sindikat pengemis menjelang ramadhan

    Bagi seluruh umat muslim dan muslimah berlomba-lomba mencari amal ibadah di bulan suci ramadhan. Sehingga orang tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk amal, sedekah, dan memberikan sedikit sumbangan. Memang dalam berbagi dan menolong sesama sangat dianjurkan oleh agama, tetapi justru peluang itu diambil oleh para sindikat pengemis dikota-kota besar terutama dijakarta. Tidak heran lagi melihat orang lumpuh, luka parah, korengan, bahkan buta digotong oleh orang yang sehat bugar wal afiat. Coba berpikirlah sejenak, seharusnya orang yang sehat dan bugar tersebutlah yang memberikan makan buat orang yang dibawanya itu. Secara logika adalah bila itu adalah keluarganya, apakah mereka tidak kasihan?, dibawa jalan jauh, didorong ditengah debu polusi yang panas. Menjelang ramadhan ini sudah dipas
  • 21

    Apr

    Apakah Emansipasi Kartini Sudah Overdosis?

    Mungkin hebat seorang Kartini, keturunan ningrat ini dianggap orang yang berjasa sekali akan emansipasi wanita masa itu. Sehingga lahirlah keberaniaan para perempuan “sedikit tak terbendung” menentukan karir, mencari penghasilan serta berkuasa dalam segala jabatan. Sangat baik sekali perempuan-perempuan seperti itu, mapan, punya penghasilan bahkan lebih mandiri dan gajinya bisa melampaui suami-suaminya. Tetapi harus diingat kodratnya tetaplah perempuan, menjadi ibu rumah tangga dan harus mengurusi suaminya, tetap menghargai dan menghormati setiap keputusan dalam rumah tangga. Rasa harga diri semua penyebabnya, merasa gajinya lebih, merasa bisa mencari uang sendiri, dll. Hal ini yang bisa menyebabkan perempuan merasa boleh melawan suami, bisa hidup tanpa suami, bahkan ada yang
  • 4

    May

    Pepeng, semangat yang tidak padam

    Siapa yang tidak kenal pepeng, sudah dari kecil saya mengenal beliau dengan kuis jari-jarinya yang ditayangkan di RCTI. Beliau salah satu pembawa acara kuis yang cukup familiar pada saat itu. Dan sampai sekarang masih terus dikenal dengan pepeng “jari-jari”. Detik komunitas yang terdiri dari blogdetik, tser dan detikers, berkesempatan kopdar di rumah pepeng jari-jari di kediamannya di kawasan Cinere. Ada sekitar 20an yang hadir, karena memang permintaan beliau sebelumnya, goa [sebutan kamar pepeng] hanya dapat dimuat tidak lebih dari 20 orang saja. Keluarga beliau dengan hangat menyambut kami, dari awal masuk goa sudah terlihat dengan candanya. Beliau mulai menceritakan kronologi penyakit Multiple Sclerosis, dari sakit hingga sekarang. Tidak terlihat mengeluh sama sekali walau
  • 15

    Sep

    Berapa harga sebuah kesehatan? (2)

    Lantunan doa penghantar raga milik Allah, melayangkan setiap jengkal tanah pusaran menutupi liang lahat tempatmu bersemahyam, menyatulah disana karena takbir adzan yang pernah di kumandangkan tak seindah waktu kau hadir dibumi ini. Tidurlah dengan tenang karena disanalah kamipun akan berpulang. Sudah dua malam Farel tak sadarkan diri dan masih saja di opname di ruang UGD, tempat yang tidak layak karena kamar tempat menyambut semua tamu-tamu yang akan menginap di rumah sakit, Ibunya terlihat bolak-balik menebus obat dari sore sampai malam, sedangkan Ayahnya mencari rumah sakit yang punya kamar ICU dengan harga lebih murah dari rumah sakit sekarang. Karena sudah malam jadi harus menunggu selasa pagi baru akan dibawa ke RS di daerah Tangerang. Malam tak ingin melihat fajar dibias rona air m
  • 14

    Sep

    Berapa harga sebuah kesehatan?

    Sehabis subuh ingin sekali ku terlelap kembali, tetapi beberapa kali ponsel ini bergetar terus menerus hingga membuatku mengangkatnya, ya sebuah telepon yang sudah lama aku tak dengar suaranya seorang sahabat lama mengagetkanku karena anaknya sedang dirawat di RSUD didaerah Tomang dan sekarang sedang kritis. Entah sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya, aku bergegas untuk mandi dan tanpa pikir panjang segera meluncur ke TKP, terlihat masih terisak tangis dia bersama istrinya di ruang UGD sambil pangil-pangil… Farel bangun Farel mama kangen, anaknya yang berumur satu setengah tahun sejak kemaren sore berada disana dan tidak sadarkan diri, sudah 4 hari Farel sakit muntahber dan karena kekurangan uang makanya hanya dibawa puskesmas setempat, hingga akhirnya dehidrasi sampai meny
- Next

Author

Follow Me